HALSEL, Goresan.id — Ikatan Keluarga Besar Makian Kayoa (IKB-Makayoa) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, menetapkan H. Husein Said, S.Pd., sebagai Ketua Umum periode 2026–2029 melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang berlangsung di kawasan UMKM Milenial Bacan, Desa Tembal, Minggu (11/10/2026).
Selain menetapkan kepemimpinan baru, Muslub tersebut juga menghasilkan kesepakatan pembentukan dua badan otonom sebagai sayap gerakan organisasi. Kedua badan otonom itu adalah Pemuda Makayoa Indonesia (PMI) dan Laskar Muda Makayoa.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran IKB-Makayoa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
H. Husein Said Pimpin IKB-Makayoa Periode 2026–2029
Terpilihnya H. Husein Said, S.Pd., sebagai Ketua Umum IKB-Makayoa Halsel periode 2026–2029 menjadi salah satu keputusan utama dalam Musyawarah Luar Biasa tersebut.
Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan solidaritas warga Makayoa, serta mendorong organisasi agar lebih aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IKB-Makayoa diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi warga Makian dan Kayoa, tetapi juga menjadi organisasi yang mampu menghadirkan program nyata bagi kemajuan masyarakat di Halmahera Selatan.
Bentuk Dua Badan Otonom sebagai Sayap Gerakan Organisasi
Dalam agenda berikutnya, Muslub menyepakati pembentukan dua badan otonom melalui rapat pembentukan struktur kepengurusan.
Kedua badan otonom tersebut dibentuk untuk memperluas ruang gerak organisasi, terutama dalam mengembangkan potensi generasi muda dan mendorong pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.
Berikut susunan pengurus dua badan otonom IKB-Makayoa Halsel:
1. Pemuda Makayoa Indonesia (PMI)
Ketua: Udi Lahabato
Sekretaris: Bambang H. Ibra
Bendahara: Yusmin Manan
2. Laskar Muda Makayoa
Ketua: Muhlas Adam
Sekretaris: Rais Dialy
Bendahara: Mahmud Tanggule
Sementara itu, Muhlas Jafar dipercaya sebagai Sekretaris Umum IKB-Makayoa Halsel, sedangkan Marliya H. Samad ditetapkan sebagai Bendahara Umum.
Ketua Umum IKB-Makayoa Halsel terpilih, H. Husein Said, mengatakan bahwa pembentukan dua badan otonom tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi sekaligus memperluas kontribusi IKB-Makayoa bagi masyarakat.
Dua Program Prioritas: Pemberdayaan Pertanian dan Pengembangan SDM
Dalam arah gerakan organisasi ke depan, IKB-Makayoa menetapkan dua sektor utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pertama, pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Program ini diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pertanian produktif, memperkuat potensi petani lokal, serta membuka peluang pengembangan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program tersebut, pembentukan badan otonom diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengorganisasi potensi petani Makayoa, membangun jaringan kerja sama, serta mendorong lahirnya inisiatif ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
Kedua, pengembangan sumber daya manusia. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda, peningkatan keterampilan, serta mendorong partisipasi pemuda Makayoa dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.
Kedua program prioritas tersebut diharapkan menjadi landasan gerakan organisasi agar keberadaan IKB-Makayoa tidak hanya berorientasi pada konsolidasi internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pelantikan Pengurus Direncanakan dalam Waktu Dekat
Sebagai tindak lanjut hasil Muslub, pelantikan pengurus IKB-Makayoa Halsel periode 2026–2029 beserta jajaran badan otonom direncanakan berlangsung dalam waktu dekat.
Wakil Menteri Pertanian, Letjen TNI (Purn.) Muhammad Saleh Mustafa, yang disebut sebagai sesepuh Makayoa, direncanakan turut diundang untuk menghadiri agenda pelantikan tersebut.
Kehadiran tokoh nasional asal Makayoa itu diharapkan dapat memperkuat dukungan moral terhadap konsolidasi organisasi serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru dan dua badan otonom, IKB-Makayoa Halsel diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih solid, memperkuat peran pemuda, serta mendorong program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Selatan.






