HALSEL, Goresan.id – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1509/Labuha, Letkol Inf. Samsul, menerima kunjungan silaturahmi Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa di Aula Kodim 1509/Labuha, Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Minggu (26/10/2026).
Kegiatan silaturahmi tersebut mengusung tema “Satu Hati, Satu Rasa, Menjaga Asa dalam Kebersamaan”. Tema ini menjadi semangat untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menjaga keharmonisan keluarga besar Makian-Kayoa yang berada di Kota Bacan dan sekitarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum IKB Makayoa, Hi. Husen Said, Sekretaris IKB Makayoa, Muhlas Jafar, serta Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf. Samsul.
Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat dan sesepuh Makayoa, di antaranya mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Safiun Rajulan; Imam Kampung Makian; Nurlaila Muhammad; mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halsel, Rusli Hi. Saptu, yang akrab disapa Pak Uci; serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Halmahera Selatan, Juhari Tawary.
Selain itu, hadir pula mantan Kepala Dinas Perikanan, Yusuf Hi. Untung; Sekretaris Sosial, Ikbal Hajiji; Jaya Lamusu; Kepala Desa Kampung Makian, Gurdam Abusama; Kepala Desa Tomori, Usman Hamja; serta Kepala Desa Marabose, Wusta Sy. Soleman.
Kegiatan ini juga dihadiri seluruh pengurus IKB Makayoa bersama keluarga besar masyarakat Makian-Kayoa yang berdomisili di Kota Bacan.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan hubungan kekeluargaan antara pengurus IKB Makayoa, para sesepuh, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta unsur TNI semakin erat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan membangun komunikasi yang harmonis di tengah masyarakat.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum bagi keluarga besar Makayoa untuk terus merawat nilai-nilai persaudaraan, saling menghargai, serta memperkuat semangat kebersamaan demi menjaga asa dan keharmonisan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Silaturahim yang di Laksanakan Ini agar terus memperkuat persatuan dan kebersamaan melalui silaturahmi antarkeluarga. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan, meningkatkan rasa saling menghargai, serta menjaga eksistensi paguyuban di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.

Ketua Umum IKB Makayoa, Halmahera Selatan H. Husen Said, dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturahmi merupakan jembatan penting untuk menyatukan seluruh keluarga besar Makayoa.
Menurutnya, IKB Makayoa harus menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh anggota, bukan tempat untuk saling menjatuhkan satu sama lain.
“Melalui silaturahmi ini, kita ingin semakin solid. IKB Makayoa adalah tempat untuk saling menyatukan, bukan saling menjatuhkan. Makayoa hadir untuk menyatukan dan mengajak kita agar semakin menghargai satu sama lain,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Makayoa untuk terus menjaga semangat kebersamaan dengan berpegang pada nilai persaudaraan.
“Satu hati, satu rasa, menjaga asa dalam kebersamaan,” menjadi pesan yang menegaskan pentingnya persatuan dalam membangun organisasi yang kuat dan harmonis.

Letkol Inf. Samsul: Makian dan Kayoa Memiliki Ikatan Leluhur
Dalam kesempatan yang sama, Dandim 1509/Labuha, Letkol Inf. Samsul, mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan. Ia menyampaikan bahwa Pulau Makian merupakan kampung leluhurnya, sementara neneknya berasal dari Desa Kota, Pulau Makian.
Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk menjalin hubungan kekeluargaan dengan Ikatan Keluarga Besar (IKB) Makayoa di Halmahera Selatan.
Ia berharap IKB Makayoa dapat berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat terkait pembangunan di Pulau Makian dan Kayoa, baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Menurutnya, perhatian terhadap pembangunan di kedua wilayah tersebut perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat merasakan kemajuan dan pemerataan pembangunan.
Letkol Inf. Samsul juga menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut terlaksana atas dasar kepedulian dan panggilan hati terhadap keluarga besar Makian-Kayoa. Meskipun berlangsung secara sederhana, ia berharap pertemuan itu dapat mempererat persaudaraan sekaligus menjadi awal bagi terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang lebih baik.
“Apa artinya kalau saya berada di sini, tetapi tidak berbuat apa-apa untuk Keluarga besar saya ,” demikian pesan yang disampaikannya.Pernyataan tersebut menegaskan harapannya agar keberadaan IKB Makayoa tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menyampaikan aspirasi dan mendorong pembangunan di Pulau Makian dan Kayoa.

Nurlela Muhammad: IKB Harus Terus Eksis
Sementara itu, Nurlela Muhammad menyampaikan harapan agar IKB Makayoa terus menjaga eksistensinya di Kabupaten Halmahera Selatan.
Keberadaan paguyuban dinilai penting sebagai wadah silaturahmi, pemersatu keluarga, serta ruang untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, seluruh anggota diharapkan tetap menjaga kebersamaan dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan organisasi.

Sesepuh Makayoa Ingatkan Pengurus Hadapi Dinamika dengan Kesabaran
Pada kesempatan tersebut, Sesepuh Makayoa, Safiun Rajulan, turut memaparkan sejarah terbentuknya IKB Makayoa sekaligus menyampaikan pesan kepada Ketua Umum H. Husen Said dan seluruh jajaran pengurus agar mampu menghadapi berbagai dinamika organisasi dengan hati yang lapang dan penuh kesabaran.
Menurutnya, setiap organisasi memiliki tantangan dan persoalan yang harus disikapi secara bijaksana. Karena itu, perbedaan pandangan hendaknya tidak menjadi alasan untuk merusak persaudaraan yang telah dibangun.
Ia menekankan pentingnya kedewasaan dalam mengambil keputusan, mengedepankan musyawarah, serta menjaga hubungan baik di antara sesama anggota.
Safiun juga memaparkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKB Makayoa
Ia menyampaikan bahwa, sesuai ketentuan yang disebutkannya dalam Pasal 1 AD/ART, kewenangan tertinggi berada pada Sesepuh Makayoa.
Penegasan tersebut menjadi pengingat agar seluruh pengurus dan anggota memahami sejarah, aturan dasar, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam organisasi.
Dengan demikian, setiap persoalan internal diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, dengan tetap mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama.

Persatuan Menjadi Fondasi Masa Depan IKB Makayoa
Pesan yang disampaikan Ketua Umum, para tokoh, dan Sesepuh Makayoa tersebut menegaskan bahwa kekuatan IKB Makayoa tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada kemampuan seluruh anggotanya menjaga persaudaraan.
Silaturahmi diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, menyatukan perbedaan, serta membangun organisasi yang lebih matang dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dengan mengedepankan musyawarah, sikap saling menghargai, dan kepatuhan terhadap AD/ART, IKB Makayoa diharapkan terus berkembang sebagai wadah pemersatu keluarga besar Makian dan Kayoa sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Halmahera Selatan.
Persatuan bukan sekadar berkumpul, melainkan kesediaan untuk saling menghargai, menjaga persaudaraan, dan berjalan bersama demi masa depan Makayoa. //RU






