Goresan.id — Pelabuhan Laut Yaba di Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, belum juga difungsikan, meski pembangunannya telah rampung sejak tahun 2018.
Pembangunan ditaksir menelan anggaran negara puluhan miliar rupiah itu justru terbengkalai. Harapan menjadikan pelabuhan tersebut sebagai penggerak konektivitas antarwilayah, pusat distribusi logistik, serta penopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir belum terwujud.
Pantauan Infopulau.com, kondisi pelabuhan memprihatinkan. Dua unit gedung kantor dan dua pos jaga tampak mulai rusak akibat tidak terawat. Bangunan tersebut dikelilingi semak belukar sehingga sebagian fasilitas nyaris tertutup vegetasi.
Padahal, Pelabuhan Yaba merupakan pelabuhan pengumpan di bawah pengelolaan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang.
Pelabuhan ini masuk dalam jaringan 17 pelabuhan diawasi oleh UPP Kelas II Babang dan diproyeksikan melayani pelayaran rakyat, kapal perintis serta kapal penumpang lokal di wilayah Halmahera Selatan.
Kondisi pelabuhan tak kunjung beroperasi memunculkan tanda tanya di kalangan warga setempat. Sebab, proyek dibangun menggunakan anggaran negara itu belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Yoga, warga Desa Yaba mengaku ikut bekerja saat pembangunan pelabuhan berlangsung pada 2017 hingga selesai pada 2018. Ia mengatakan, proyek tersebut sejak awal minim trsaparansi.
“Saya ikut bekerja saat pembangunan pelabuhan. Tapi waktu itu tidak ada papan informasi proyek, sehingga kami tidak mengetahui berapa nilai anggarannya,” kata Yoga, Jumaat, (17/07).
Ia mengaku kecewa karena hingga delapan tahun setelah rampung, pelabuhan tersebut belum juga dimanfaatkan.
“Kalau pelabuhan ini beroperasi, tentu bisa membuka lapangan pekerjaan, memperlancar transportasi laut, menggerakkan ekonomi masyarakat, bahkan turut menambah PAD. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak pernah difungsikan,” Cetusnya.
Tak hanya itu, media juga memperoleh informasi bahwa meski Pelabuhan Laut Yaba belum pernah beroperasi, sejumlah pihak yang disebut bertugas di pelabuhan tersebut tetap menerima gaji.
Hingga berita ini dituturkan, pihak UPP Kelas II Babang masih dalam upaya dikonfirmasi wartawan guna memperoleh tanggapan resmi terkait persoalan tersebut. (*)





