Goresan.id— Warga di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, kembali mengeluhkan pelayanan listrik dari ULP PLN Laiwui. Pasalnya, pemadaman listrik disebut kerap terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan, sehingga meresahkan masyarakat dan mengganggu berbagai aktivitas.

Sejumlah warga mengaku pemadaman tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga berlangsung pada siang hari. Dalam beberapa kesempatan, listrik padam berjam-jam, bahkan berlangsung selama satu hari satu malam.

Salah seorang warga Desa Anggai kepada media ini mengaku kecewa dengan pelayanan PLN. Menurutnya, pasokan BBM untuk operasional pembangkit tetap masuk tanpa kendala, namun pemadaman listrik masih sering terjadi.

“Kami bingung. BBM selalu masuk, tetapi listrik justru sering padam tanpa pemberitahuan, baik siang maupun malam,” Keluhnya sembari meminta identitasnya tak digubris.

Ia mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, aktivitas rumah tangga terganggu, sementara pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik ikut mengalami kerugian.

“Kami khawatir barang-barang elektronik rusak karena listrik sering mati mendadak. Pengusaha kios dan usaha kecil juga sangat dirugikan,” ujarnya.

Warga juga mempertanyakan penggunaan BBM ketika pembangkit tidak beroperasi saat terjadi pemadaman.

“Kalau listrik padam berjam-jam, bahkan sampai seharian, lalu BBM yang seharusnya dipakai untuk operasional pembangkit dialokasikan ke mana? Pertanyaan seperti ini wajar muncul karena tidak ada penjelasan resmi dari PLN,” katanya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Halmahera Selatan, Fadilah Syahril, mendesak Manajer PLN UP3 Ternate segera mengevaluasi kinerja Kepala ULP PLN Laiwui, Alfrizal Abdullah Sanjani.

Menurut Fadilah, PLN harus terbuka kepada masyarakat setiap kali terjadi pemadaman, termasuk menjelaskan penyebab padamnya listrik dan penggunaan BBM selama pembangkit tidak beroperasi. Keterbukaan sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami mendesak Manajer PLN UP3 Ternate segera mengevaluasi Kepala ULP PLN Laiwui. Jika memang ditemukan adanya kelalaian dalam pelayanan kepada masyarakat, maka perlu diberikan sanksi sesuai ketentuan berlaku,” tegas Fadilah.

Ia menambahkan, pelayanan kelistrikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, PLN mestinya memberikan pelayanan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, pihak ULP PLN Laiwui masi dalam upaya konfirmasi wartawan terkait keluhan warga tersebut. (*)