Goresan.id — Program Indonesia Pintar (PIP) dikucurkan pemerintah pusat untuk membantu biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin tampak belum sesuai harapan di SD Negeri 12, Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Keluhan datang dari salah satu orang tua siswa di sekolah tersebut. Ia menilai, penyaluran bantuan PIP belum tepat sasaran, karena terdapat siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi mampu masih menerima dana PIP, sementara siswa dari keluarga kurang mampu justru tak mendapatkan bantuan.

“Penyaluran PIP di sekolah anak kami belum berjalan adil. Ada orang tua siswa meski ekonomi mampu tetapi masih menerima bantuan, sementara kami tergolong kurang mampu justru anak kami tidak mendapatkan,” Ungkap salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya tak digubris, Senin (15/6).

Menurutnya, terdapat siswa dengan kondisi ekonomi memprihatinkan, termasuk anak yatim yang tinggal bersama neneknya, namun tidak menerima bantuan. Anehnya, siswa dengan orang tuanya berstatus ASN maupun P3K malah mendapatkan PIP.

“Seharusnya bantuan ini diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Atas persoalan tersebut, orang tua siswa meminta Dinas Pendidikan Halmahera Selatan melalui Kepala Dinas Pendidikan, Siti Khodijah, untuk mendorong pihak sekolah melakukan evaluasi dan menggelar pertemuan bersama para orang tua siswa.

“Kami berharap ada rapat bersama pihak sekolah dan orang tua agar persoalan ini bisa dievaluasi, sehingga PIP benar-benar tepat sasaran,” pinta orang tua siswa.

Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha, M. Faisal Kasim, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia mendesak, Dinas Pendidikan Halmahera Selatan segera melakukan evaluasi terhadap proses penyaluran PIP di sekolah tersebut.

Menurut Faisal, penerima PIP sangat bergantung pada data yang diinput oleh pihak sekolah ke sistem pusat. Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria.

“Semestinya kinerja kepala sekolah perlu dievaluasi. Program PIP diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, bukan bagi mereka yang secara ekonomi tergolong mampu namun tetap mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Hingga berita ini dituturkan, pihak SD Negeri 12 Halmahera Selatan masih dalam upaya konfirmasi wartawan guna memperoleh tanggapan resmi. (*)