Goresan.id— Orang tua korban dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar asal Desa Kampung Baru, Kecamatan Botang Lomang, mengeluhkan lambannya penanganan laporan mereka di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Halmahera Selatan.
Jamal Jalaludin, ayah korban Adil Jamal, mengatakan sejak laporan dibuat pada 12 April 2026 sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan terhadap penanganan perkara tersebut.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/106/IV/2026/SPKT tertanggal 12 April 2026, penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan serta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).
Dalam SP2HP tertanggal 16 April 2026 disebutkan penyidik telah meminta keterangan dari korban Adil Jamal, saksi Andika Akrim, serta dua terlapor, yakni Reja M. Kuylo dan Muslim Hajra.
Meski demikian, Jamal mengaku sejak penerbitan SP2HP tersebut, belum memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan perkara.
“Dalam seminggu, tiga kali saya koordinasi ke Polres melalui Unit PPA, tapi sejauh ini belum ada perkembangan perkara anak kami,” keluh Jamal.
Ia mengungkap, sering mendatangi pihak Polres untuk mempertanyakan perkembangan kasus, namun menurutnya respons yang diterima masih sangat minim.
Jamal berharap, Kapolres Halsel, AKBP Hendra Gunawan, memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara tersebut agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum.
“Anak kami sudah mengalami luka fisik. Kami juga harus mengeluarkan waktu dan biaya setiap kali datang ke Polres untuk menanyakan perkembangan kasus. Kami berharap ada kepastian hukum dan keadilan bagi anak kami,” Ujarnya.
Terpisah, Adil menceritakan kronologi singkat pengeroyokan yang dialaminya. Peristiwa itu terjadi pada malam pesta ronggeng di Desa Mandong, Kecamatan Bacan Selatan. Saat itu, korban sedang duduk bersama teman-temannya di lokasi yang cukup jauh dari arena pesta.
Sayangnya, ketika terjadi perkelahian di lokasi pesta, para terduga pelaku justru mendatangi dan mengeroyok korban. Ironisnya lagi, kata Adil, pengeroyokan dilakukan secara membabi buta.
Saat dirinya sudah tidak berdaya dengan wajah berlumuran darah, para pelaku masih berupaya menjeburkannya ke dalam got. Adil yang masih duduk di bangku kelas II SMA mengaku, tubuhnya sempat diangkat dalam kondisi setengah lemas dan nyaris dilempar ke dalam got.
“Saya sudah lemas, wajah penuh darah, tetapi mereka masih mengangkat saya dan hampir menjeburkan saya ke dalam got,” Tutur Adil.
Hingga berita ini diturunkan, Unit PPA Polres Halsel masih dalam upaya dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. (*)





