Goresan.id — Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Minyak Tanah (MITAN) yang dikucurkan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, justru berbeda jauh di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.

Pasalnya, warga setempat mengaku membeli BBM subsidi jenis minyak tanah (MITAN) yang dijual oleh mantan Anggota DPRD Halsel, Ilham Basra, dengan harga mencapai Rp10 ribu per liter.

Informasi tersebut diperoleh setelah adanya temuan pemuatan lima ton MITAN menggunakan long boat dari Pelabuhan Babang menuju Desa Dowora, pada Jumat (25/06) lalu, tanpa dilengkapi izin pengangkutan.

Dalam penelusuran wartawan, BBM tersebut milik Ilham Basra. Saat dikonfirmasi di lokasi pemuatan, Ilham Basra menyebut pengangkutan BBM MITAN menggunakan long boat tidak memerlukan izin angkutan.

“Pemuatan BBM subsidi MITAN ke long boat tidak perlu menggunakan izin angkutan,” demikian pernyataan Ilham Basra.

Untuk memastikan harga penjualan kepada masyarakat, media kemudian melakukan penelusuran ke Desa Dowora. Seorang warga mengaku membeli MITAN berasal dari Ilham Basra dengan harga Rp10 ribu per liter.

“Ilham Basra menjual MITAN kepada kami masyarakat. Harganya Rp10 ribu per liter,” ungkap seorang warga meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha, M. Faisal Kasim, mempertanyakan langkah Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Halsel, dalam menyikapi persoalan BBM subsidi tersebut.

Menurut Faisal, dugaan peredaran BBM subsidi secara terbuka harus menjadi perhatian serius aparat hukum.

“Polres Halsel ini kita semua bingung apa fungsinya. Kasus demi kasus, mulai dari dugaan pertambangan ilegal sampai mafia BBM subsidi, namun penindakan hukum belum terlihat,” tegas Faisal.

Ia meminta Polda Maluku Utara mengambil alih dan melakukan penyelidikan terhadap Mafia BBM tersebut, termasuk keterlibatan Ilham Basra.

“Polda Malut harus turun tangan. Kalau berharap Polres Halsel, mereka masih tidur ‘bobo’ mules. Persoalan seperti ini jangan dibiarkan terus terjadi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Halsel masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait dugaan penjualan BBM subsidi diatas harga Het tersebut. (*)